Gizi Seimbang Pada Remaja
Anak
remaja usia 10-15 tahun
Kebutuhan
zat gizi makro anak remaja
·
Energi: laki-laki 2475
kkal dan perempuan 2125 kkal
·
Protein: laki-laki 72 gr
dan perempuan 69 gr
·
Lemak: laki-laki 83 gr
dan perempuan 71 gr
·
Karbohidrat: laki-laki
340 gr dan perempuan 292 gr
·
Serat: laki-laki 35 gr
dan perempuan 30 gr
·
Air: laki-laki dan
perempuan 2000 ml
Kebutuhan
zat gizi mikro anak remaja
Ø Vitamin
•
Vitamin A: laki-laki dan
perempuan 600 mcg
•
Vitamin D: laki-laki dan
perempuan 15 mcg
•
Vitamin E: laki-laki 12
mcg dan perempuan 15 mcg
•
Vitamin K: laki-laki dan
perempuan 55 mcg
•
Vitamin B12: laki-laki
dan perempuan 2,4 mcg
•
Vitamin C: laki-laki 75
mg dan perempuan 65 mg
Ø Mineral
•
Kalsium: laki-laki dan
perempuan 1200 mg
•
Fosfor: laki-laki dan
perempuan 1200 mg
•
Natrium: laki-laki dan
perempuan 1500 mg
•
Kalium: laki-laki 4700 mg
dan perempuan 4500 mg
•
Besi: laki-laki 19 mg dan
perempuan 26 mg
•
Iodium: laki-laki dan
perempuan 150 mcg
•
Seng: laki-laki 18 mg dan
perempuan 16 mg
Anak
remaja usia 16-18 tahun
Kebutuhan
zat gizi makro anak remaja
•
Energi: laki-laki 2676
kkal dan perempuan 2125 kkal
•
Protein: laki-laki 66 gr
dan perempuan 59 gr
•
Lemak: laki-laki 89 gr
dan perempuan 71 gr
•
Karbohidrat: laki-laki 368
gr dan perempuan 292 gr
•
Serat: laki-laki 37 gr
dan perempuan 30 gr
•
Air: laki-laki 2200 ml
dan perempuan 2100 ml
Kebutuhan
zat gizi mikro anak remaja
Ø Vitamin
•
Vitamin A: laki-laki dan
perempuan 600 mcg
•
Vitamin D: laki-laki dan
perempuan 15 mcg
•
Vitamin E: laki-laki dan
perempuan 15 mcg
•
Vitamin K: laki-laki dan
perempuan 55 mcg
•
Vitamin B12: laki-laki
dan perempuan 2,4 mcg
•
Vitamin C: laki-laki 90
mg dan perempuan 75 mg
Ø Mineral
•
Kalsium: laki-laki dan
perempuan 1200 mg
•
Fosfor: laki-laki dan
perempuan 1200 mg
•
Natrium: laki-laki dan
perempuan 1500 mg
•
Kalium: laki-laki dan
perempuan 4700 mg
•
Besi: laki-laki 15 mg dan
perempuan 26 mg
•
Iodium: laki-laki dan
perempuan 150 mcg
•
Seng: laki-laki 17 mg dan
perempuan 14 mg
Hal
yang harus diperhatikan
• Memberikan cukup cadangan zat gizi dalam tubuh agar tak mudah sakit.
• Mencegah serangan berbagai penyakit yang bisa disebabkan oleh makanan seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, osteoporosis dan kanker.
• Mendorong agar anak mau menerapkan kebiasaan makan dan gaya hidup sehat.
Oleh
karena sedang menjalani perkembangan fisik, psikologis, serta pubertas,
pemenuhan gizi seimbang pada remaja merupakan hal yang harus dilakukan. Hal ini
karena ketika remaja mengalami kekurangan berbagai zat gizi tertentu, bisa
menimbulkan dampak buruk bahkan sampai ia beranjak dewasa.
Sumber
makanan untuk memenuhi gizi anak remaja
Ø Karbohidrat
a. Karbohidrat
sederhana
Jenis
karbohidrat sederhana:
• Gula putih
• Gula merah
• Kue
• Permen
b. Karbohidrat
kompleks
Jenis
karbohidrat kompleks:
• Jagung
• Pasta
• Nasi
• Gandum
• Kacang-kacangan
• Kentang
Ø Protein
Protein merupakan zat gizi lainnya yang diperlukan di dalam tubuh remaja. Fungsi protein yakni sebagai penyusun sel dan jaringan tubuh, sekaligus memperbaikinya jika terdapat kerusakan.
· Protein hewani
Berikan anak makanan seperti ikan, telur, susu dan produk olahannya, daging merah, daging ayam, guna mencukupi kebutuhan gizi proteinnya.
· Protein nabati
Sumber makanan dengan kandungan protein nabati bisa didapatkan anak dari gandum, oat, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan oncom.
Ø Lemak
Lemak tidak sepenuhnya
harus dihindari. Dalam jenis dan jumlah yang sehat, lemak merupakan zat gizi
makro yang berperan sebagai sumber energi untuk remaja. Seperti lemak baik yang
pada umumnya terdapat dalam jenis lemak tidak jenuh. Berikut beberapa jenis
makanan yang tergolong sebagai lemak baik:
• Alpukat
• Minyak zaitun
• Kacang-kacangan
• Telur
• Ikan salmon
Ø Serat
Merupakan zat gizi
makro yang sama pentingnya seperti karbohidrat, lemak, dan protein pada remaja.
Dengan kata lain, ada bahaya yang bisa terjadi apabila remaja kurang asupan
serat. Berbagai jenis buah dan sayur yang mempunyai kandungan serat seperti
wortel, brokoli, alpukat, apel, jeruk, serta kacang merah dan ubi mengandung
serat larut air.
Ø Vitamin
Kebutuhan vitamin
sebagai gizi pada masa remaja tentu akan meningkat untuk menunjang proses
tumbuh kembangnya. Berikut beberapa jenis vitamin yang dibutuhkan remaja,
seperti:
• Vitamin B1, B2, B9, dan B12
• Vitamin C
• Vitamin A
• Vitamin D
• Vitamin E
• Vitamin K
Ø Mineral
Mineral juga termasuk zat
gizi mikro yang tidak boleh disepelekan selama masa remaja. Pasalnya di masa
ini, peningkatan asupan mineral dibutuhan untuk menunjang berbagai perkembangan
tubuh. Seng, mangan, selenium, kalsium, kalium, fosfor, magnesium, zat besi,
fluor, kromium, natrium, iodium, dan tembaga adalah berbagai jenis mineral
tubuh. Itulah mengapa kebutuhan kalsium pada masa remaja cenderung lebih besar.
Selain itu, peningkatan asupan zat besi juga bertujuan untuk mempersiapkan
menstruasi pertama (menarche) pada remaja perempuan. Kebutuhan kalsium remaja
tergolong yang paling tinggi, yaitu mencapai 1200 mg/hari (berdasarkan Angka
Kecukupan Gizi 2013).
Makan
pagi (sarapan)
• 1-2 butir telur ayam balado (50-100 gram)
• 1-2 potong sedang tahu (30-50 gram)
• 1 mangkuk sedang sayur kol (30-100 gram)
• 1 gelas susu putih (100 ml)
• Selingan (camilan)
• 2 buah jeruk ukuran sedang (200-250 gram)
Makan siang
• Nasi putih (125-250 gram)
• 1 mangkuk sedang tumis brokoli dan wortel (30-100 gram)
• 1 mangkuk sedang daging sapi lada hitam (50-75 gram)
• 1-2 potong sedang tempe (30-50 gram)
• Selingan (camilan)
• 2 buah kiwi ukuran sedang (200-250 gram)
Makan
malam
• 1 potong besar dada ayam bakar tanpa kulit (75 gram)
• 1 mangkuk sedang tumis buncis (40-100 gram)
• 1 mangkuk kecil tumis oncom (40-50 gram)
• 1 gelas susu putih (100 ml)
Berikut
masalah terkait gizi pada remaja:
1. Anemia
defisiensi zat besi
Anemia adalah
kondisi yang disebabkan karena kurangnya persediaan zat besi di dalam tubuh.
Kekurangan zat besi pada remaja bisa disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya
karena asupan makanan yang tidak memberikan cukup zat besi, interaksi obat,
atau zat besi di dalam makanan sulit diserap oleh tubuh. Padahal di masa remaja
ini, tubuh membutuhkan kadar zat besi yang cukup guna mendukung perkembangan
selama pubertas.
2. Gizi
kurang
Kurang gizi
(malnutrisi) adalah kondisi ketika asupan gizi yang masuk ke dalam tubuh tidak
mencapai jumlah seharusnya. Remaja dengan pola makan yang kurang baik dapat
dengan mudah mengalami ini. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh minimnya
asupan zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, serat dan lemak, serta zat
gizi mikro dari vitamin dan mineral. Akibatnya, pertumbuhan remaja bisa
terhambat, salah satunya membuat tubuh remaja menjadi pendek.
3. Pola
makan yang salah
Pengaturan pola
makan harian yang diterapkan para remaja sering salah langkah. Hali ni malah
membuat tubuh mereka terlampau kurus karena melakukan diet ketat tapi dengan
perilaku makan menyimpang. Akibatnya, anak remaja mengalami gizi kurang, atau
malah overweight dan obesitas karena makan dalam porsi berlebih.
4. Rambut
rontok
Kerontokan akibat hormon
ini bisa terjadi pada remaja perempuan. Ketika anak sedang berkembang, mereka
mengalami banyak perubahan tubuh dan perubahan hormon. Namun, kurangnya
nuutrisi juga bisa menyebabkan kerusakan rambut pada remaja perempuan maupun
laki-laki. Lebih sering mengkonsumsi junk food ketimbang buah dan sayur yang
bergizi bisa berakibat buruk yakni kekurangan protein, vitamin, dan mineral
untuk menahan kekuatan rambut.
Berikut
beberapa cara yang dianjurkan agar gizi pada remaja tetap seimbang serta
kesehatan tetap terjaga, seperti:
1. Pantau
asupan gizi pada remaja
Jangan lupa untuk
rutin memantau perkembangan status gizi remaja dengan memeriksakannya ke dokter
atau ahli gizi. Meski dirawat di rumah, dokter tetap harus mengecek kondisi
kesehatan anak Anda secara berkala. Jika status gizi anak tidak kunjung membaik
atau semakin parah, perawatan intensif di rumah sakit mungkin jadi pilihan
selanjutnya guna memulihkan kebutuhan nutrisi remaja.
2. Memperbaiki
pola makan
Kunci awal dalam
pemenuhan asupan gizi pada remaja adalah dengan memberikan pilihan makanan kaya
nutrisi setiap harinya. Dorong anak agar mau mencoba dan memakan anjuran
makanan yang dapat membantu memulihkan kondisi tubuhnya. Di sisi lain, pastikan
Anda tetap menjaga jumlah kalori yang dikonsumsi anak agar selalu sehat dan
bergizi.
3. Memberikan
suplemen
Suplemen vitamin
dan mineral, baik untuk menjaga agar asupan gizi pada remaja tetap seimbang.
Selain itu juga bermanfaat agar nafsu makannya meningkat. Namun, alangkah lebih
baik bila Anda konsultasi lebih lanjut dengan dokter.
4. Lingkungan yang sehat
Pola hidup sehat pada anak dimulai dari lingkungan sekitar misalnya dari rumah tempat ia biasa bermain dan belajar. Hindari keinginan Anda sebagai orangtua meminta agar berat badannya turun. Diet yang tidak sehat lebih sering dialami remaja yang kelebihan berat badan, atau bahkan dengan berat badan normal, yang ibunya lebih fokus pada berat badan si anak dibanding kesehatannya.
Sumber :
https://hellosehat.com/parenting/remaja/kebutuhan-gizi-remaja/#:~:text=Anak%20remaja%20membutuhkan%20asupan%20zat,adalah%20sekitar%202125%2D2675%20kkal.
https://ahligizi.id/artikel/detailartikel/31/terbaru_terpopuler/Gizi-pada-Remaja

Terimakasih kak,sangat bermanfaat sekali
BalasHapus