MAKALAH
GIZI DAN DIET :
KEBUTUHAN
GIZI PADA IBU MENYUSUI
Dosen
Pembimbing: Dwi Juwartini, S.KM. MPH
Disusun
oleh :
Mohamad
Hikam Khoerul Uma (2515029)
YAYASAN
KEPERAWATAN YOGYAKARTA
AKADEMI
KEPERAWATAN “YKY”
YOGYAKARTA
2020
KATA
PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah
memberikan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan
tepat waktu. Tanpa pertolongan-Nya tentunya kami tidak akan sanggup untuk
menyelesaikan makalah ini dengan baik. Shalawat serta salam semoga terlimpah
curahkan kepada baginda tercinta kita yaitu Nabi Muhammad SAW yang kita
nanti-natikan syafa’atnya di akhirat nanti.
Penulis mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas
limpahan nikmat sehat-Nya, baik itu berupa sehat fisik maupun akal pikiran,
sehingga penulis mampu untuk menyelesaikan pembuatan makalah sebagai tugas dari
mata kuliah GIZI DAN DIET yang berjudul “KEBUTUHAN GIZI PADA IBU MENYUSUI”.
Penulis tentu menyadari bahwa makalah ini masih jauh
dari kata sempurna dan masih banyak terdapat kesalahan serta kekurangan di
dalamnya. Untuk itu, penulis mengharapkan kritik serta saran dari pembaca untuk
makalah ini, supaya makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik
lagi. Kemudian apabila terdapat banyak kesalahan pada makalah ini penulis mohon
maaf yang sebesar-besarnya. Demikian, semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Terima kasih.
Yogyakarta,
25 Maret 2020
Mohamad Hikam Khoerul Uma
DAFTAR
ISI
B. Pengaruh Status
Gizi Ibu Pada Sukses Menyusui
C. Pendidikan Gizi
Bagi Ibu Menyusui
D. Masalah Gizi Pada
Ibu Menyusui
BAB I
PENDAHULUAN
Gizi
pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu yang sangat
dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Bila pemberian ASI baik, maka berat badan
bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot serta kebiasaan makan
yang memuaskan. Nutrisi adalah zat yang diperlukan oleh tubuh untuk keperluan
metabolismenya. Kebutuhan gizi pada masa nifas terutama bila menyusui akan
meningkat, karena berguna untuk peroses penyembuhan sehabis melahirkan dan
untuk memproduksi yang cukup untuk menyehatkan bayi (Ambarwati, Wulandari,
2009).
Pada
ibu yang menyusui memerlukan penambahan kalori, dimana tiap 100 cc berkemampuan memasok 67-77 kkal, dari sinilah
dapat diperkirakan besarnya energi yang diperlukan untuk memproduksi sehari
sebanyak 850 cc (Arisman, 2007). Di samping perawatan pada bayi dan yang juga
sangat penting diperhatikan adalah merawat kesehatan ibu. Sebab, kesehatan bayi
sedikit banyak juga tergantung pada kondisi ibunya. Demikian pula pada asupan,
terutama bagi ibu yang menyusui. yang
diberikan ibu memang berkualitas dan sangat berguna bagi kesehatan dan tumbuh
kembang bayi, namun mutunya harus tetap dijaga. Santapan yang sebaiknya dikonsumsi
ibu yang sedang menyusui harus mengandung makanan bergizi seimbang. Menurut Dr.
William Sears, bila ibu menyantap makanan yang baik, ibu akan memiliki lebih
banyak energi dan merasa lebih baik. Dalam masa nifas ibu membutuhkan gizi yang
cukup. Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu,
yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang bayi. Kualitas dan jumlah makanan
yang dikonsumsi ibu sangat berpengaruh pada jumlah yang dihlkan, ibu menyusui disarankan
memperoleh tambahan zat makanan 700 Kkal yang digunakan untuk memproduksi dan untuk aktifitas ibu itu sendiri
(Sujiyatini, Djanah, Kurniati, 2010).
Selama
masa kehamilan, dimana wanita yang mengalami peningkatan berat badan yang
optimal maka setelah melahirkan akan memiliki berat badan yang lebih tinggi
dari pada awal masa kehamilan. Sehingga sering kali ibu mengurangi konsumsi
makanannya, akibatnya dapat menghambat produksi susu atau mengganggu status
gizi ibu, selain itu rasa letih yang sering dirasakan ibu seiring dengan
penurunan berat badan yang cepat akan berdampak buruk pada pengeluaran (Bobak, 2005).
Oleh
karena itu diet pada masa nifas perlu mendapat perhatian yang serius, karena
diet yang diharapkan harus bermutu, bergizi tinggi, cukup kalori, tinggi
protein, dan banyak mengandung cairan, tapi bukan diet yang mengurangi konsumsi
zat-zat gizi. Menu makanan yang harus dikonsumsi adalah porsi cukup dan
teratur, tidak terlalu pedas dan berlemak, tidak mengandung alkohol, nikotin,
serta bahan pengawet atau pewarna (Saleha, 2009).
Kekurangan
gizi pada ibu menyusui menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayinya.
Gangguan pada bayi meliputi proses tumbuh kembang anak, bayi mudah sakit, mudah
terkena infeksi. Kekurangan zat-zat esensial menimbulkan gangguan pada mata
ataupun tulang. Status gizi ibu setelah peristiwa kehamilan dan persalinan
kemudian diikuti masa lakt, tidak segera pulih dan ditambah lagi pemenuhan gizi
yang kurang, serta jumlah paritas yang banyak dengan jarak kehamilan yang
pendek, akan menyebabkan ibu mengalami gangguan penyerapan gizi, akibatnya ibu
akan berada dalam status gizi yang kurang baik dengan akibat lebih lanjut pada
ibu dan anaknya. Oleh karena itu, ibu yang menyusui anaknya khususnya pada masa
nifas harus diberikan pengetahuan tentang asupan nutrisi yang baik bagi ibu dan
bayinya.
1. Bagaimana status kebutuhan asupan gizi yang harus diperhatikan untuk ibu menyusui?
2. Bagaimana status gizi berpengaruh bagi ibu menyusui?
3. Bagaimana cara untuk memberikan pendidikan gizi bagi ibu menyusui?
4. Bagaimana masalah gizi pada ibu menyusui?
1. Menggambarkan status kebutuhan asupan gizi yang harus diperhatikan untuk ibu menyusui.
2. Mengemukakan alasan status gizi berpengaruh bagi ibu menyusui.
3. Menggambarkan cara untuk memberikan pendidikan gizi bagi ibu menyusui.
4. Mengemukakan masalah gizi pada ibu menyusui.
Makalah
ini diharapkan agar lebih memperdalam pemahaman tentang konsep gizi ibu
menyusui. Sehingga dapat menambah ilmu pengetahuan mengenai nutrisi dan gizi
khususnya yang bersangkutan dengan gizi ibu menyusui.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
Diet
ibu menyusui adalah pengaturan jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi oleh
ibu setiap hari selama periode menyusui untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu dan
meningkatkan kualitas air susu ibu (ASI) (Kasdu, 2004). Diet selama menyusui
sebaiknya mengandung kalori yang cukup untuk mengimbangi diet yang
diekskresikan ke dalam ASI (Behrman, 2000). Ibu menyusui memerlukan diet
bervariasi untuk mempertahankan jumlah cairan, vitamin dan mineral. Ibu
menyusui harus menghindari diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan
(Hartono, 2004).
Masa
menyusui memerlukan asupan gizi yang baik dan seimbang agar dapat menghasilkan
ASI yang baik mutu dan jumlahnya bagi bayi (Kasdu, 2004). Ibu menyusui
memproduksi ASI ± 800-850 ml per hari. Ibu dengan gizi baik dapat memberikan
ASI 600 ml pada bulan pertama, 700-750 ml pada bulan ketiga dan 750-800 ml
pada bulan keempat kemudian berkurang tergantung isapan bayi. Ibu dengan gizi
kurang akan memberikan ASI sekitar 500-700 ml pada enam bulan pertama dan 400-600
ml pada enam bulan kedua kemudian 300-400 ml pada tahun kedua (Bahiyatun,
2009).
Ibu
menyusui memerlukan kalori yang lebih banyak dibandingkan dengan saat tidak
hamil dan lebih banyak dari kebutuhan kalori saat hamil yang hanya 300 kalori.
Kalori yang terkandung dalam 100 gram ASI adalah 60 ml kal dan 1,2 gram
protein. Ibu menyusui memerlukan tambahan kalori sebesar 470 kalori setiap
hari. Kebutuhan protein saat menyusui juga bertambah menjadi 71 gram per hari.
Kebutuhan vitamin A juga meningkat menjadi 6000 IU per hari dan kebutuhan
vitamin C juga meningkat dari 30 gram menjadi 50 gram (Sumanto, 2009).
BAB III
PEMBAHASAN
Status
gizi ibu memberikan peranan yang penting terhadap kuantitas dan kualitas
produksi. Misalnya jika ibu kekurangan kalsium akan menyebabkan kebutuhan
kalsium bayi diambil dari cabang kalsium pada jaringan ibu. Jika hal ini
dibiarkan terus berlanjut maka akan mengakibatkan ibu mengalami osteophorosis
dan kerusakan gigi. Kuantitas produksi
di pengaruhi oleh keadaan gizi ibu, ibu dengan gizi baik akan
memproduksi sekitar 600 - 800 ml pada
bulan pertama, sedangkan ibu dengan gizi kurang hanya memproduksi sekitar 500 - 700 ml.
Status
gizi ibu menyusui di pengaruhi oleh prinsip dan faktor yang mesti diperhatikan
dalam pemenuhannya.
1. Prinsip Gizi Bagi Ibu Menyusui
Gizi pada ibu menyusui sangat erat kaitannya dengan produksi air susu. Bila pemberian berlangsung baik, maka berat badan bayi akan meningkat, integritas kulit baik, tonus otot serta kebiasaan makan yang memuaskan. Penting bagi iu menyusui adalah makanan yang menjamin pembentukan air susu yang berkualitas dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan bayinya.
2. Faktor- faktor yang mempengaruhi produksi
Pengaruh makanan erat kaitannya dengan volume yang diproduksi per hari. Protein dianjurkan penambahan 15-20 gram protein sehari. Suplement, jika makan sehari seimbang, suplement tidak diperlukan kecuali jika kekurangan satu atau lebih zat gizi. Faktor lainnya seperti aktivitas, psikologi, kesehatan, pengetahuan dan pendidikan tentang pantangan, kesukaan, kebutuhan, sosial ekonomi, bayi tidak mau menyusu dan masalah pada payudara.
3. Pengaruh Status Gizi Bagi Ibu Menyusui
Kebutuhan nutrisi selama laktat didasarkan pada kandungan nutrisi air susu dan jumlah nutrisi penghasil susu. Ibu menyusui disarankan memperoleh tambahan zat makanan 800 Kkal yang digunakan untuk memproduksi dan untuk aktivitas ibu itu sendiri.
a) Kebutuhan
Gizi Pada Ibu Menyusui
Kebutuhan
gizi pada ibu yang sedang menyusui sangatlah harus dipertimbangkan karena
menyangkut gizi anak sebelum lahir dan semasa bayi.
Zat gizi yang dibutuhkan antara lain:
1. Energi
Energi
sangat dibutuhkan oleh ibu menyusui karena sedang menjalani masa menyusui, ibu
membutuhkan tambahan masukan energi untuk mencukupi kebutuhan ibu dan anak.
2. Protein
Protein
sangat dibutuhkan untuk membangun jaringan baru pada tubuh, meningkatkan
kekebalan tubuh terhadap infeksi, memelihara sel tubuh dan mensuplai kebutuhan
akan energi.
3. Zat
besi
Terdapat
sebanyak 0,3 mg/ hari dikeluarkan dalam bentuk . Oleh karna itu perlu
ditambahkan dengan basal loss sehari-hari. Rata-rata kebutuhan zat besi untuk 6
bulan pertama menyusui adalah 1,1 mg/hari. Sehingga memerlukan tambahan zat
besi sebesar 5 mg/ hari.
4. Kalsium
Diperlukan
tambahan dalam jumlah yang cukup besar sekitar 400 mg, karena dalam proses
produksi , tubuh juga menjaga konsenter kalsium dalam relative konstan baik dalam kondisi intake
kalsium cukup atau kurang. Jika intake kalsium tidak mencukupi maka kebutuhan
kalsium dalam produksi akan diambil dari
deposit yang ada pada tubuh ibu, termasuk dalam tulang.
5. Vitamin
D
Penting
untuk kesehatan gigi dan pertumbuhan tulang.
6. Vitamin
B-6
Memetabolisme
lemak dan protein, memflit pertumbuhan sel, mendukung syaraf dan sistem
kekebalan. Vitamin B-6 sangat dibutuhkan bagi produksi sel darah merah dan
putih.
7. Folic
Acid (Asam folat)
Mensintesis
DNA dan membantu dalam pembelahan sel.
8. Vitamin
B-12
Mendukung
sistem saraf dan produksi sel darah merah.
9. Zinc
(Seng)
Mendukung
sistem kekebalan tubuh yang sehat dan penting dalam penyembuhan luka.
Tabel Kebutuhan Gizi Ibu Menyusui
|
Zat gizi |
0-6 bulan |
7-12 bulan |
|
Energi (kkal) |
+ 700 |
+ 500 |
|
Protein (g) |
+ 16 |
+ 12 |
|
Vitamin (RE) |
+ 350 |
+ 300 |
|
Tiamin (mg) |
+ 0,3 |
+ 0,3 |
|
Riboflavin (mg) |
+ 0,4 |
+ 0,3 |
|
Nin (mg) |
+ 3 |
+ 3 |
|
Vitamin B-12 (µg) |
+ 0,3 |
+ 0,3 |
|
Asam folat (µg) |
+ 50 |
+ 40 |
|
Vitamin C (mg) |
+ 25 |
+ 10 |
|
Kalsium (mg) |
+ 400 |
+ 400 |
|
Fosfor (mg) |
+ 300 |
+ 200 |
|
Magnesium (mg) |
+ 40 |
+ 30 |
|
Besi (mg) |
+ 2 |
+ 2 |
|
Seng (mg) |
+ 10 |
+10 |
|
Iodium (µg) |
+ 50 |
+ 50 |
|
Selenium (µg) |
+ 25 |
+ 20 |
Kandungan vitamin dan mineral dapat
memastikan bahwa ibu dan bayi memperoleh nutrisi yang mereka butuhkan untuk
pertumbuhan dan perkembangan yang sehat. Semua gizi tersebut dapat didapatkan
pada:
1) Sayur-sayuran
Sayuran
merupakan sumber utama makanan yang kaya zat besi, serat, asam folat,
beta-carotene, vitamin C, lycopene, flavonoids dan beta-glucans. Zat besi
membantu memelihara tingkat energi dan mencegah anemia. Folat atau asam folat
sangat penting dalam pembentukan sel darah merah. Sayuran mentah, coba makan
bayam, selada, tomat, ketimun, dan jamur. Sayuran yang telah dimasak,
pertimbangkan gambas, kacang polong, jagung, kentang, dan labu serta sebaiknya
makan 3-5 hidangan sayuran setiap hari.
2) Buah-buahan
Buah
yang sehat dan warnanya terang bagus dikonsumsi setelah makan. Kandungan
vitamin A, B, K, dan C dalam buah baik untuk membangun sistem kekebalan tubuh
ibu dan bayi. Asupan buah juga membantu tubuh penyerapan zat besi. Bluberry dan
strawberry sangat disarankan karena mengandung anti oksidan dan serat tinggi.
Buah dapat dimakan dalam keadaan alami, beku atau dijus. Usahakan makan 3-5 porsi buah setiap hari.
3) Kacang-kacangan
Kacang
mengandung banyak protein dan merupakan sumber lemak sehat. Protein penting
memperbaiki sel-sel vital dalam tubuh. Banyak kacang-kacangan yang juga
mengandung vitamin B, E, C, folat, kalium, kalsium, magnesium dan fosfor.
Tingkat cukup kalsium diperlukan untuk membangun tulang yang sehat dan gigi.
Kacang juga baik untuk camilan termasuk kenari, kacang pinus, kemiri, hazelnut,
kacang Brl dan pistachio.
4) Ikan
Ikan
tinggi omega 3 yang penting bagi pertumbuhan bayi. Tapi ingat, menurut US
Environmental Protection Agency (EPA), ibu menyusui tidak boleh makan ikan hiu,
ikan todak, makarel raja, atau ikan ubin karena tingkat kandungan merkurinya
sangat tinggi. Ikan salmon pollock tuna dan ikan patin mh aman dikonsumsi 12 ons seminggu karena termasuk jenis ikan
rendah merkuri. Hal yang paling penting dalam memenuhi gizi adalah menjaga pola
makanan bergizi untuk ibu menyusui, terutama makanan yang banyak mengandung
protein, vitamin, mineral, dan cairan. Berikut beberapa contoh makanan serta
nilai gizi yang dikandungnya :
|
Makanan |
Jumlah energi |
|
3/4 gelas n seberat 100 g |
175 Kalori, 4 g protein, dan 40 g karbohidrat |
|
2 buah kentang berukuran sedang seberat 200 g |
175 Kalori, 4 g protein, dan 40 g karbohidrat |
|
2 iris roti seberat 80 g |
175 Kalori, 4 g protein, dan 40 g karbohidrat |
|
5 biskuit kraker seberat 50 g |
175 Kalori, 4 g protein, dan 40 g karbohidrat |
|
1 potong daging ukuran sedang seberat 50 g |
95 Kalori, 10 g protein, dan 6 g lemak |
|
1 butir telur ayam negeri seberat 60 g |
95 Kalori, 10 g protein, dan 6 g lemak |
|
50 g udang basah |
95 Kalori, 10 g protein, dan 6 g lemak |
|
1 buah tahu ukuran besar seberat 100 g |
80 Kalori, 6 g protein, 3 g lemak, dan 8 g karbohidrat |
|
2 potong sedang tempe seberat 50 g |
80 Kalori, 6 g protein, 3 g lemak, dan 8 g karbohidrat |
|
2 1/2 sdm kacang hijau seberat 25 g |
80 Kalori, 6 g protein, 3 g lemak, dan 8 g karbohidrat |
Syarat gizi seimbang untuk ibu
menyusui seperti tinggi kalori dan protein, cukup vitamin dan mineral, mudah
dicerna dan tidak merangsang, tinggi cairan : 800 – 1000 ml/hr, tinggi konsumsi
cairan dan buah segar serta susunan menu bervariasi dan seimbang.
4. Dampak Kekurangan Gizi Ibu Menyusui
Kekurangan gizi pada ibu menyusui menimbulkan gangguan kesehatan pada ibu dan bayinya. Gangguan pada bayi meliputi proses tumbang anak, bayi mudah sakit, mudah terkena infeksi. Kekurangan zat-zat esensial menimbulkan gangguan pada mata ataupun tulang.
B. Pengaruh
Status Gizi Ibu Pada Sukses Menyusui
Bila
kebutuhan energi wanita usia reproduksi sebesar 2100 kcal / hari, seorang ibu
menyusui memerlukan asupan rata-rata 2700 kcal dalam kesehariannya. Tambahan
sebesar 500 – 700 kkal tersebut tak lain diperlukan untuk keperluan
Biosintesis. Ekstra energi tersebut tidak semuanya harus di dapatkan dari intake
makanan yang di konsumsi ibu menyusui sehari-hari. 200 kcal ternyata telah
tersedia di tubuh ibu berupa cadangan deposit yang telah di bentuk sejak
dimulainya proses masa kehamilan. Sisa 300 – 500 kcal / hari lah yang baru di
harapkan diperoleh dari intake makanan keseharian sang ibu. Jadi tidak tepat
bila dikatakan seorang ibu menyusui harus makan dengan porsi besar-besaran agar
tidak kelaparan dan produksi lancar.
Saat
menyusui minuman keras sebisa mungkin dihindari. Selain itu merokok selama
menyusui dapat membahayakan bayi dan mengurangi produksi susu. Penggunaan pil
KB selama menyusui harus dihindari sebab dampak jangka panjang hormon dalam pil
mh belum diketahui dan juga mengurangi produksi susu. Namun, pil POP
(Progesteron Only Pil / low-dose) tidak mempengaruhi produksi susu, dan pada
kasus khusus pil ini boleh di gunakan (misalnya pada kasus ibu Diabetes yang
tidak boleh hamil). Namun, kebanyakan wanita sebaiknya menggunakan metode KB
alamiah, kondom, atau IUD daripada menggunakan KB hormonal.
1. Makan makanan yang bermanfaat untuk menghasilkan susu yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan mempercepat kondisi setelah melahirkan.
2. Memilih makanan yang mengandung kalori sesuai dengan kebutuhan.
3. Jangan melewatkan makan jika saat menyusui karena dapat memperpendek umur dan daya hidup.
4. Memilih makanan yang bergizi tidak harus mahal, yang terpenting sesuai dengan kebutuhan nutrisi selama menyusui.
5. Karbohidrat komplek kaya akan vitamin dan mineral, sehingga menghasilkan air susu yang baik dan cukup.
6. Kalori yang berasal dari gula, kurang bermanfaat, konsumsi makanan yang manis dikurangi.
7. Makanlah makanan yang alami, makanan olahan biasanya banyak kehilangan nilai gizinya sehingga akan mengurangi nilai gizi air susu.
8. Buatlah kebiasaan makan yang baik sebagai kebiasaan keluarga, hal ini akan bermanfaat untuk kesehatan keluarga.
Makanan sehari-hari yang di konsumsi
oleh ibu menyusui harus memenuhi syarat menu seimbang sesuai dengan kebutuhan
gizi ibu. Dalam menyusun hidangan untuk ibu menyusui perlu di perhatikan
hal-hal berikut ini:
a. Gunakan bahan makanan yang beraneka ragam
b. Makanan mudah di cerna
c. Bumbu tidak terlalu banyak merangsang
d. Porsi kecil tapi sering
e. Cukup cairan
f. Ibu yang tidak mengalami penyakit tertentu tidak ada pantangan dalam hal makan
g. Makanan yang seimbang, gerak badan, dan udara segar
h. Menjaga kesehatan jasmani dan rohani
i. Jika ibu terlalu gemuk, kurangi makanan sumber zat tenaga
j. Jika ibu terlalu kurus, tambahkan porsi makan
k. Hindari
alkohol karena dapat berakibat bayi mengalami FAS (Fetal Alkohol Syndrome)
dengan tanda-tanda :pertumbuhan lambat, kepala kecil, bentuk wajah berubah,
pertumbuhan sel, serta jumlah produksi sel menurun
Adapun kebutuhan tambahan makanan yang harus
dikonsumsi oleh ibu menyusui dapat dilihat dari porsi makan yang harus
dikonsumsi. Kebutuhan tersebut dapat dilihat dari tabel di bawah ini yang dapat
dijadikan sebagai indikator dari jumlah makanan yang di butuhkan oleh tubuh
yang harus dikonsumsi oleh ibu.
|
Bahan Makanan |
Tidak Menyusui (gr) |
Menyusui 0 – 6 bulan (gr) |
Menyusui 7 – 12 bulan (gr) |
Menyusui 13 – 24 bulan |
|
Beras |
250 = n 500 gr/5 gelas |
50 = n 100 gr/ 1 gelas |
50 |
50 |
|
Protein hewani |
100 (2 potong) |
50 (1 potong) |
50 |
50 |
|
Telur |
50 (1 butir) |
50 (1 potong) |
50 |
50 |
|
Protein nabati |
100 (4 potong) |
50 (2 potong) |
50 |
50 |
|
Kacang hijau |
25 (2,5 sdm) |
51 (5 sdm) |
- |
- |
|
Sayuran |
200 (2 gelas) |
100 (1 gelas) |
100 |
100 |
|
Buah |
201 (2 potong) |
100 (1 potong) |
100 |
100 |
|
Minyak |
25 (2,5 sdm) |
25 (2,5 sdm) |
25 |
25 |
|
Gula |
25 (2,5 sdm) |
25 (2,5 sdm) |
25 |
25 |
|
Susu bubuk |
25 (2,5 sdm) |
50 (5 sdm) |
50 |
25 |
D. Masalah
Gizi Pada Ibu Menyusui
Masalah
pada gizi pada ibu menyusui sangat berkaitan dengan asupan makanan yang
dikonsumsi ibu menyusui itu sendiri. Dengan kuranganya asupan makanan pada
jenis makanan tertentu mengakibatkan ibu mengalami defisiensi terhadap jenis
zat gizi tertentu. Masalah pada ibu menyusui yang disebabkan oleh kekurangan
zat gizi tertentu dapat kami jelaskan sebagai berikut:
1) Anemia zat besi
Penyebab utama anemia gizi adalah kekurangan zat besi (Fe) dan asam folat yang seharusnya tak perlu terjadi bila makanan sehari-hari beraneka ragam dan memenuhi gizi seimbang. Sumber makanan yang mengandung zat besi pada sumber protein hewani seperti ikan, daging, telur, dsb. Sayuran seperti daun singkong, kangkung dan bayam juga mengandung zat besi akan tetapi lebih sulit absorpsinya di dalam tubuh. Asupan folat yang cukup penting untuk melindungi kesehatan ibu dan bayi. Terlibat dalam pembentukan hemoglobin dalam sel darah merah. Seorang wanita menyusui menbutuhkan 280 mikrogram per hari. Folat terdapat dalam sayuran berdaun hijau, kacang polong, jeruk, wartel, pisang, alpukat, gandum utuh, sereal dan biji-bijian dan hati.
2) Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI)
GAKI adalah gangguan akibat kekurangan yodium mengakibatkan terjadinya gondok atau pembengkakan kelenjar tiroid di leher dan kretinisme. Pada ibu menyusui, kekurangan yodium dapat mengakibatkan pengaruh negatif pada sistem otak dan saraf bayi dan menghasilkan IQ lebih rendah. Asupan harian yodium ibu menyusui yang harus dipenuhi adalah 250 mg per hari. Mengkonsumsi makanan yang mengandung yodium dapat mencegah GAKI pada ibu menyusui.
3) Kurang energi protein (KEP)/protein energi malnutrition (PEM)
Protein berfungsi sebagai zat gizi pembangun sel. Protein juga pembentuk hormon oksitosin dan prolaktin yang sangat berperan dalam proses lakt. KEP adalah penyakit gizi akibat defisiensi energi dalam jangka waktu yang cukup lama. KEP dapat di cegah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung protein seperti kacang-kacangan, tempe, tahu, daging, ikan dan telur.
4) Kekurangan vitamin D pada ibu menyusui
Kebutuhan kalsium meningkat selama menyusui karena digunakan untuk memproduksi yang mengandung kalsium tinggi. Fungsi utama vitamin D pada ibu menyusui adalah membantu pembentukan dan pemeliharaan tulang bersama vitamin A dan C. Vitamin D diperoleh tubuh melalui sinar matahari dan makanan. Apabila asupan kalsium kurang maka ibu akan mengalami pengeroposan tulang dan gigi karena cadangan kalsium dalam tubuh ibu digunakan untuk produksi ASI. Makanan hewani yang merupakan sumber utama vitamin D dalam bentuk kolekalsiferol, yaitu kuning telur, hati, krim, mentega dan minyak ikan.
BAB IV
PENUTUP
Gizi
suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal
melalui proses digesti, absorpsi, trasport, penyimpanan, metabolisme dan
pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan, untuk mempertahankan kehidupan, pertumbuhan
dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghilangkan energi. Energi dan gizi
ini digunakan untuk memenuhi produksi dan aktifitas ibu menyusui itu sendiri
kemudian akan berpengaruh kepada status gizi ibu menyusui dan juga bagi tumbuh
kembang bayinya. Status gizi ibu memberikan peranan yang penting terhadap
kuantitas dan kualitas produksi. Status gizi ibu menyusui di pengaruhi oleh
prinsip gizi ibu menyusui, faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan
pengaruh status gizi bagi ibu menyusui. Seorang ibu menyusui tidak harus makan
dengan porsi besar-besaran agar tidak kelaparan dan produksi lancar. Hindari minuman keras, merokok dan
mengonsumsi pil KB. Pendidikan gizi bagi ibu menyusui makan makanan yang bermanfaat,
mengandung kalori, bergizi kaya akan vitamin dan mineral. Masalah pada ibu
menyusui yang disebabkan oleh kekurangan zat gizi seperti anemia zat besi,
GAKI, KEP/PEM dan kekurangan vitamin D.
Setelah
membaca makalah ini, penyusun berharap semoga kita semua semakin memahami konsep
gizi ibu menyusui dan semakin memperbanyak perbendaharan ilmu mengenai nutrisi
dan gizi pada umumnya dan ilmu tentang gizi ibu menyusui pada khususnya.
DAFTAR PUSTAKA
http://habibah-nurhayati.blogspot.com
diakses pada hari Sabtu, 24 oktober pukul 20.00
http://habibah-nurhayati.blogspot.com/2017/10/gizi-ibu-menyusui.html
http://eprints.umm.ac.id
diakses pada hari Sabtu, 24 oktober pukul 20.30
http://eprints.umm.ac.id/55135/3/BAB%20II.pdf
https://www.alodokter.com/
diakses pada hari Sabtu, 24 oktober pukul 21.00
http://gizi.fk.ub.ac.id diakses pada hari Sabtu, 24 oktober pukul
21.00
http://gizi.fk.ub.ac.id/gizi-seimbang-ibu-menyusui/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar