Jumat, 23 Oktober 2020

PROSES KEPERAWATAN

PROSES KEPERAWATAN


Pengertian Proses Keperawatan

Sebelum menyimpulkan mengenai apa itu Proses Keperawatan, berikut beberapa referensi terkait yang bisa kita gunakan untuk menyempurnakan pemahaman sebelum mengambil sebuah kesimpulan.

Menurut Ali (1997)

Proses Keperawatan adalah metode asuhan keperawatan yang ilmiah, sistematis, dinamis dan terus-menerus serta berkesinambungan dalam rangka pemecahan masalah kesehatan pasien/klien, dimulai dari Pengkajian (Pengumpulan Data, Analisis Data dan Penentuan Masalah), Diagnosis Keperawatan, Pelaksanaan dan Penilaian Tindakan keperawatan (Evaluasi).

Pengertian Proses Keperawatan Menurut Iyer et al, 1996

Proses keperawatan adalah suatu metoda di mana suatu konsep diterapkan dalam praktek keperawatan. Hal ini bisa disebut sebagai suatu pendekatan problem solving yang memerlukan ilmu, tehnik dan ketrampilan interpersonal dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan klien / keluarga. Proses keperawatan terdiri dari lima tahap yang sequensial dan berhubungan : pengkajian, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi.

Menurut Hidayat, 2004

Proses keperawatan merupakan cara yang sistematis yang dilakukan oleh perawat bersama klien dalam menentukan kebutuhan asuhan keperawatan dengan melakukan pengkajian, menentukan diagnosis, merencanakan tindakan yang akan dilakukan, melaksanakan tindakan serta mengevaluasi hasil asuhan yang telah diberikan dengan berfokus pasa klien, berorentasi pada tujuan pada setiap tahap saling terjadi ketergantungan dan saling berhubungan.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Proses Keperawatan adalah seluruh rangkaian metode yang dilakukan secara sistematis dan komprehensif oleh perawat untuk mengkaji respons manusia terhadap masalah-masalah kesehatan yang dimulai dari Pengkajian, Diagnosa, Perencanaan, Pelaksanaan dan Evaluasi dengan beradasarkan kepada kiat dan ilmu keperawatan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar pasien dan memperbaiki atau memelihara derajat kesehatan yang optimal.

Selanjutnya, apa sih fungsi dan tujuan dari Proses Keperawatan?

Tujuan dan Fungsi Proses Keperawatan

Sesuai uraian diatas bahwa proses keperawatan dilakukan untuk mengkaji respons manusia terhadap masalah-masalah kesehatan, maka penerapan proses keperawatan sejatinya tidak hanya demi kepentingan klien semata, tetapi juga demi profesi keperawatan.

Karenanya, tujuan dan fungsi proses keperawatan adalah untuk:

1.                  Memberikan pedoman dan bimbingan yang sistematis dan ilmiah bagi tenaga keperawatan dalam memecahkan masalah klien melalui asuhan keperawatan.

2.                  Memberikan ciri profesionalisme melalui pendekatan pemecahan masalah dan pendekatan komunikasi yang efektif dan efisien.

3.                  Mempraktikan metode pemecahan masalah dalam praktik keperawatan dengan menggunakan standar praktik keperawatan dengan metode yang baku, rasional dan sistematis sehingga mencapai hasil asuhan keperawatan yang efektif.

4.                  Memberi kebebasan kepada klien untuk mendapat pelayanan yang optimal sesuai dengan kebutuhannya.

5.                  Mempertahankan kesehatan klien dan mencegah sakit yang lebih parah atau penyebaran penyakit.

6.                  Membantu pemulihan kondisi klien setelah sakit.

7.                  Mengembalikan fungsi maksimal tubuh.

8.                  Membantu klien untuk meninggal dengan damai dan tenang.

Tahapan Proses Keperawatan

Sebagai sebuah metode ilmiah, proses keperawatan terdiri atas serangkaian langkah atau tahap-tahap tertentu yang terdiri dari 5 tahap yang harus dilakukan, yaitu:

1.                  Pengkajian

2.                  Perumusan Diagnosis

3.                  Perencanaan Tindakan (Intervensi)

4.                  Implementasi

5.                  Evaluasi

Nah ke 5 tahap tersebut saling berkaitan satu sama lain dan membentuk sebuah siklus yang disebut siklus proses keperawatan. Siklus proses keperawatan dimulai ketika pasien masuk ke lembaga perawatan kesehatan.

Tahap pertama, perawat melakukan pengkajian dengan mengumpulkan data klien. Dilanjutkan dengan tahap kedua yaitu mengidentifikasi masalah atau penetapan diagnosa keperawatan yang berhubungan dengan masalah klien. Pada tahap ketiga, perawat dan klien bekerjasama untuk merumuskan rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan pada diagnosa keperawatan yang sebelumnya telah ditetapkan. Selanjutnya, pada tahap keempat, rencana tersebut dilakukan atau diimplementasikan oleh perawat kepada klien. Dan tahap terakhir, perawat dan klien mengevaluasi apakah tindakan yang telah dilakukan telah mencapai kriteria hasil yang diharapkan, dan masalah teratasi. Jika kesehatan klien telah pulih dan masalah teratasi, klien keluar dari siklus. Namun jika kriteria hasil belum dicapai, maka klien kembali memasuki siklus.

Semua elemen proses tersebut satu sama lain saling berhubungan. Tidak bisa dilakukan secara acak atau hanya satu elemen saja. Karenanya, demi memastikan proses keperawatan yang berkualitas, diperlukan sebuah optimalisasi yang meliputi kesemua elemen dalam proses keperawatan.

1.      Pengkajian

Pengkajian adalah upaya mengumpulkan data secara lengkap dan sistematis untuk dikaji dan dianalisis sehingga masalah kesehatan dan keperawatan yang di hadapi pasien baik fisik, mental, sosial maupun spiritual dapat ditentukan.tahap ini mencakup tiga kegiatan,yaitu Pengumpulan Data, Analisis Data dan Penentuan Masalah kesehatan serta keperawatan.

a.       Pengumpulan data

Tujuan :

Diperoleh data dan informasi mengenai masalah kesehatan yang ada pada pasien sehingga dapat ditentukan tindakan yang harus diambil untuk mengatasi masalah tersebut yang menyangkut aspek fisik, mental, sosial dan spiritual serta faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Data tersebut harus akurat dan mudah dianalisis.

Jenis data antara lain:

                     Data Objektif, yaitu data yang diperoleh melalui suatu pengukuran, pemeriksaan, dan pengamatan, misalnya suhu tubuh, tekanan darah, serta warna kulit.

                     Data subjekif, yaitu data yang diperoleh dari keluhan yang dirasakan pasien, atau dari keluarga pasien/saksi lain misalnya; kepala pusing, nyeri dan mual.

Adapun focus dalam pengumpulan data meliputi :

                     Status kesehatan sebelumnya dan sekarang

                     Pola koping sebelumnya dan sekarang

                     Fungsi status sebelumnya dan sekarang

                     Respon terhadap terapi medis dan tindakan keperawatan

                     Resiko untuk masalah potensial

                     Hal-hal yang menjadi dorongan atau kekuatan klien

b.      Analisa data

Analisa data adalah kemampuan dalam mengembangkan kemampuan berpikir rasional sesuai dengan latar belakang ilmu pengetahuan.

c.       Perumusan masalah

Setelah analisa data dilakukan, dapat dirumuskan beberapa masalah kesehatan. Masalah kesehatan tersebut ada yang dapat diintervensi dengan Asuhan Keperawatan (Masalah Keperawatan) tetapi ada juga yang tidak dan lebih memerlukan tindakan medis. Selanjutnya disusun Diagnosis Keperawatan sesuai dengan prioritas.

Prioritas masalah ditentukan berdasarkan kriteria penting dan segera. Penting mencakup kegawatan dan apabila tidak diatasi akan menimbulkan komplikasi, sedangkan Segera mencakup waktu misalnya pada pasien stroke yang tidak sadar maka tindakan harus segera dilakukan untuk mencegah komplikasi yang lebih parah atau kematian. Prioritas masalah juga dapat ditentukan berdasarkan hierarki kebutuhan menurut Maslow, yaitu : Keadaan yang mengancam kehidupan, keadaan yang mengancam kesehatan, persepsi tentang kesehatan dan keperawatan.

2.      Diagnosa Keperawatan

Diagnosa Keperawatan adalah suatu pernyataan yang menjelaskan respon manusia (status kesehatan atau resiko perubahan pola) dari individu atau kelompok dimana perawat secara akuntabilitas dapat mengidentifikasi dan memberikan intervensi secara pasti untuk menjaga status kesehatan menurunkan, membatasi, mencegah dan merubah (Carpenito,2000). Perumusan diagnosa keperawatan :

         Actual : Menjelaskan masalah nyata saat ini sesuai dengan data klinik yang ditemukan.

         Resiko : Menjelaskan masalah kesehatan nyata akan terjadi jika tidak dilakukan intervensi.

         Kemungkinan : Menjelaskan bahwa perlu adanya data tambahan untuk memastikan masalah keperawatan kemungkinan.

         Wellness : Keputusan klinik tentang keadaan individu, keluarga atau masyarakat dalam transisi dari tingkat sejahtera tertentu ketingkat sejahtera yang lebih tinggi.

         Syndrom : diagnose yang terdiri dar kelompok diagnosa keperawatan actual dan resiko tinggi yang diperkirakan muncul/timbul karena suatu kejadian atau situasi tertentu.

3.      Rencana keperawatan

Semua tindakan yang dilakukan oleh perawat untuk membantu klien beralih dari status kesehatan saat ini kestatus kesehatan yang di uraikan dalam hasil yang di harapkan (Gordon,1994).

Merupakan pedoman tertulis untuk perawatan klien. Rencana perawatan terorganisasi sehingga setiap perawat dapat dengan cepat mengidentifikasi tindakan perawatan yang diberikan. Rencana asuhan keperawatan yang di rumuskan dengan tepat memfasilitasi konyinuitas asuhan perawatan dari satu perawat ke perawat lainnya. Sebagai hasil, semua perawat mempunyai kesempatan untuk memberikan asuhan yang berkualitas tinggi dan konsisten.

Rencana asuhan keperawatan tertulis mengatur pertukaran informasi oleh perawat dalam laporan pertukaran dinas. Rencana perawatan tertulis juga mencakup kebutuhan klien jangka panjang(potter,1997)

4.      Implementasi keperawatan

Merupakan inisiatif dari rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik. Tahap pelaksanaan dimulai dimulai setelah rencana tindakan disusun dan ditujukan pada nursing orders untuk membantu klien mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu rencana tindakan yang spesifik dilaksanakan untuk memodifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi masalah kesehatan klien.

Adapun tahap-tahap dalam tindakan keperawatan adalah sebagai berikut :

         Tahap 1 : persiapan

Tahap awal tindakan keperawatan ini menuntut perawat untuk mengevaluasi yang diindentifikasi pada tahap perencanaan.

         Tahap 2 : intervensi

Focus tahap pelaksanaan tindakan perawatan adalah kegiatan dan pelaksanaan tindakan dari perencanaan untuk memenuhi kebutuhan fisik dan emosional. Pendekatan tindakan keperawatan meliputi tindakan : independen,dependen,dan interdependen.

         Tahap 3 : dokumentasi

Pelaksanaan tindakan keperawatan harus diikuti oleh pencatatan yang lengkap dan akurat terhadap suatu kejadian dalam proses keperawatan.

5.      Evaluasi

Perencanaan evaluasi memuat criteria keberhasilan proses dan keberhasilan tindakan keperawatan. Keberhasilan proses dapat dilihat dengan jalan membandingkan antara proses dengan pedoman/rencana proses tersebut. Sedangkan keberhasilan tindakan dapat dilihat dengan membandingkan antara tingkat kemandirian pasien dalam kehidupan sehari-hari dan tingkat kemajuan kesehatan pasien dengan tujuan yang telah di rumuskan sebelumnya.

Sasaran evaluasi adalah sebagai berikut:

         Proses asuhan keperawatan, berdasarkan criteria/ rencana yang telah disusun.

         Hasil tindakan keperawatan ,berdasarkan criteria keberhasilan yang telah di rumuskan dalam rencana evaluasi.

Hasil Evaluasi

Terdapat 3 kemungkinan hasil evaluasi yaitu :

1.      Tujuan tercapai,apabila pasien telah menunjukan perbaikan/ kemajuan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

2.      Tujuan tercapai sebagian,apabila tujuan itu tidak tercapai secara maksimal, sehingga perlu di cari penyebab dan cara mengatasinya.

3.      Tujuan tidak tercapai, apabila pasien tidak menunjukan perubahan/kemajuan sama sekali bahkan timbul masalah baru.dalam hal ini perawat perlu untuk mengkaji secara lebih mendalam apakah terdapat data, analisis, diagnosa, tindakan, dan faktor-faktor lain yang tidak sesuai yang menjadi penyebab tidak tercapainya tujuan.

            Setelah seorang perawat melakukan seluruh proses keperawatan dari pengkajian sampai dengan evaluasi kepada pasien ,seluruh tindakannya harus didokumentasikan dengan benar dalam dokumentasi keperawatan.


Sumber : 

https://www.nerslicious.com/proses-keperawatan/ 

https://alviandimm.wordpress.com/pms-penyakit-menular-seksual/

 


28 komentar:

  1. bermanfaat banget kak materinya, terimakasih

    BalasHapus
  2. Terimakasih kak materi sangat membantu

    BalasHapus
  3. Terima kasih kak informasinya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  4. Wah kalo suruh hafalan bisa lihat ini, terimakasih kak sangat bermanfaat, dapat salam dari sortalok kak

    BalasHapus
  5. Terima kasih kak sangat bermanfaat sekali

    BalasHapus

Gizi Pada Remaja

  Gizi Seimbang Pada Remaja Anak remaja usia 10-15 tahun Kebutuhan zat gizi makro anak remaja ·          Energi: laki-laki 2475 kkal d...